Pengertian Bisnis Ritel Dan Fungsi Jenis Penjual
Pengertian Bisnis Ritel Dan Fungsi Jenis Penjual

Pengertian Bisnis Ritel Dan Fungsi Jenis Penjual

odiablog.comPengertian Bisnis Ritel. Hallo sobat setia berjmupa lagi nih bersama admin yang selalu memberikan informasi menrik mengenai Pengertian Bisnis Ritel Dan Fungsi Jenis Penjual

Kata Ritel berasal dari bahasa perancis, ‘retailler’ , yang berarti memotong atau memecahkan sesuatu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Eceran berarti secara satu-satu; sedikit-sedikit (tentang penjualan atau pembelian barang); ketengan. Usaha eceran/ritel adalah semua kegiatan yang berhubungan dalam penjualan atau pembelian barang, jasa ataupun keduanya secara sedikit-sedikit atau satu-satu langsung kepada konsumen akhir untuk keperluan konsumsi pribadi atau keluarga dan rumah tangga, dan ini bukan untuk keperluan bisnis (dijual kembali).

Bisnis atau Usaha eceran, tentunya ritel tidak hanya terbatas pada penjualan barang, seperti sabun, minuman, ataupun deterjen, tetapi juga layanan jasa seperti jasa potong rambut, ataupun penyewaan mobil.

Usaha eceran/ritel pun tidak harus selalu di lakukan di toko, tapi juga bisa dilakukan melalui telepon atau meda sosial, disebut juga dengan eceran/ritel non-toko.

Secara garis besar, usaha ritel yang berfokus pada penjualan barang sehari-hari terbagi dua, yaitu usaha ritel tradisional dan usaha ritel modern. Ciri-ciri usaha ritel tradisional adalah sederhana, tempatnya tidak terlalu luas, barang yang dijual tidak terlalu banyak jenisnya, sistem pengelolaan / manajemennya masih sederhana, tidakmenawarkan kenyamanan berbelanja dan masih ada proses tawar-menawar harga dengan pedagang, serta produk yang dijual tidak dipajang secara terbuka sehingga pelanggan tidak mengetahui apakah peritel memiliki barang yang dicari atau tidak.

Baca Juga: Film Bokeh Effect Full Video Bokeh Museum 2022

Sedangkan usaha ritel modern adalah sebaliknya,Ternyat bisa menawarkan tempat yang luas, barang yang dijual banyak jenisnya, sistem manajemen terkelola dengan baik, menawarkan kenyamanan untuk berbelanja, harga jual sudah tetap (fixed price) sehingga tidak ada proses tawar-menawar dan adanya sistem swalayan / pelayanan mandiri, serta pemajangan produk pada rak terbuka kemudian pelanggan bisa melihat, memilih, kemudian bisa mencoba produk terlebih dahulu sebelum memastikan untuk membeli.

Pengertian Penjualan Eceran (Ritel) Menurut Para Ahli

Berikut ini ada beberapa pengertian penjualan eceran (ritel) menurut para ahli, terdiri atas:

1 .Menurut Kotler (2003: 535) dalam buku Foster (2008:34)

Mendefinisikan sebagai berikut: “ritel meliputi semua kegiatan yang meliputi semua kegiatan yang melibatkan atau berhubungan penjualan barang atau jasa secara langsung pada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis ”.

2 .Menurut Berman dan Ervans (2002 : 3) dalam buku Foster (2008:34)

Pengertian ritel adalah: “ritel adalah tingkat terakhir dari proses distribusi, di dalamnya terdapat aktivitas bisnis dalam penjualan barang atau jasa untuk konsumen ”.

Tujuan Penjualan Eceran (Ritel)

Perdagangan eceran melakukan aktivitas pengemasan menjadi bagian yang lebih kecil, menyimpan persediaan, menyediakan jasa agar pelanggan bisa mendapatkan barang dengan mudah. Tujuan penjualan eceran “ritel” antara lain ialah sebagai berikut “Weits dkk, 2007:4”.

  • Menciptakan tersedianya pilihan akan kombinasi sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen.
  • Memberikan atau penawaran produk dan jasa pelayanan dalam unit yang cukup kecil sehingga memungkinkan para konsumen memenuhi kebutuhannya.
  • Menyediakan pertukaran nilai tambah dari produk “ready exchange of value”.
  • Mengadakan transaksi dengan semua konsumen-nya.

Sedangkan menurut Sudjana “2005:117” terdapat empat tujuan untuk perdagangan eceran atau retail yaitu sebagai berikut:


1.Perantara antara distributor dengan konsumen akhir.
2. Penghimpunan berbagai kategori jenis barang yang menjadi kebutuhan konsumen.
3. Tempat rujukan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan konsumen.
4. Penentu eksistensi barang dari manufaktur di pasar konsumen.

Fungsi Penjualan Eceran (Ritel)

Adapun fungsi untuk perdagangan eceran atau ritel menurut Utami “2008:8-9” adalah sebagai berikut:

  • Menyediakan berbagai jenis produk dan jasa
  • Memecah “breaking bulk”
  • Penyimpan persediaan
  • Penyedia jasa
  • Meningkatkan nilai produk dan jasa

Akhir Kata

Demikian pembahasan yang admin sampikan mengenai Pengertian Bisnis Ritel Dan Fungsi Jenis Penjual dengan pembahasan yang admin sampikan semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published.