2 Tips Memanfaatkan Pola Outside Bar Untuk Trading
2 Tips Memanfaatkan Pola Outside Bar Untuk Trading

2 Tips Memanfaatkan Pola Outside Bar Untuk Trading

Odiablog.com ~ Ok sob bertemu lagi bersama admin yang kini akan memberikan informasi menarik mengenai 2 Tips Memanfaatkan Pola Outside Bar Untuk Trading.

Sebelum masuk ke pembahasan lebih lanjut, akan jauh lebih baik jika trader mamahami definisi dari pola Outside Bar itu sendiri.

Singkatnya, Outside Bar adalah pola dua buah candlestick dengan candle pertama memiliki ukuran kecil dan diikuti oleh candle kedua yang memiliki badan (body) jauh lebih besar.

Pola ini memang sepintas mirip dengan Bullish/Bearish Engulfing (BBE). Namun, ada sedikit perbedaan yang mendasar. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini.

Pada candle Engulfing, candle kedua memiliki body tebal/panjang dengan ukuran minimal dua kali lipat dari body candle pertama.

Sementara itu, Outside Bar lebih fleksibel dengan bentuk candlestick kedua memiliki ekor bahkan body yang sangat bervariasi.

Secara garis besar, pola candlestick Outside Bar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Bullish Outside Bar yang berfungsi menunjukkan sinyal bullish dan Bearish Outside Bar yang mengindikasikan pergerakan bearish. 

Bagaimana Cara Menggunakan Pola Outside Bar Untuk Trading?

2 Tips Memanfaatkan Pola Outside Bar Untuk Trading

Dalam penerapannya, pola candlestick Outside Bar memiliki fungsi penting yang sangat membantu trader teknikal.

Bagaimana cara menggunakannya? Berikut adalah beberapa cara memanfaatkan candlestick Outside Bar seperti yang dilansir dari situs Tradeciety.

1. Mencari Momentum Reversal

Teknik trading akurat memanfaatkan pola Outside Bar yang pertama adalah dengan mendeteksi sinyal reversal.

Reversal dalam trading forex dapat diartikan sebagai sebuah kondisi pergerakan harga yang berlawanan arah dari tren sebelumnya.

Misalnya, pair EUR/USD mengalami tren naik (Bullish) kemudian berubah menjadi turun (Bearish). Tujuan menggunakan pola candlestick Outside Bar dalam hal ini adalah untuk mengetahui momentum pembalikan arah sedini mungkin.

Jika trader memasang posisi di awal momentum pembalikan, profit yang didapat akan jauh lebih maksimal.

Untuk mengamati momentum reversal dengan pola Outside Bar ini, trader perlu memperhatikan tren terlebih dahulu.

Kemudian, perhatikan kemunculan pola Outside Bar menjelang tren berakhir. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat contoh di bawah ini.

Pada gambar di atas, pair yang digunakan adalah EUR/USD time frame 1 hari atau D1. Pola Outside Bar muncul di ujung tren yang ditandai kotak warna kuning.

Bisa diamati, kemunculan pola ini sebenarnya diawali oleh beberapa candle bullish besar. Namun, candle bullish terakhir diikuti oleh candle bearish dengan High dan Low yang lebih besar ukurannya.

Ini menandakan kekuatan seller yang telah mengambil alih dominai buyer, sehingga pembalikan harga tak terelakkan lagi. Terbukti, tren kemudian beralih dari bullish ke bearish.

2. Mendeteksi Trend Continuation (Penerusan Tren)

Cara berikutnya adalah menggunakan pola Outside Bar untuk mendeteksi trend continuation. Pola candle ini kerap kali dimanfaatkan oleh trader khususnya yang menggunakan strategi trading trend-following.

Untuk memanfaatkan pola ini, trader tentu harus tahu cara melakukan filter tren terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran tren yang jelas pada sebuah pair mata uang.

Lazimnya, trader akan menggunakan bantuan dari indikator Moving Average dengan periode tertentu misalnya MA 20, MA 50, MA 200, dll.

Apabila candlestick berada di atas garis Moving Average, maka tren yang sedang terjadi adalah uptrend. Jika harga di bawah Moving Average, maka kondisinya cenderung downtrend.

Trader bisa mengamati pola candlestick Outside Bar yang tampak berada di bawah atau di atas garis Moving Average. Agar lebih mudah dalam memahami, silahkan lihat contoh gambar di bawah ini.

Pada gambar di atas, pair yang digunakan adalah EUR/USD dengan time frame 4 jam atau H4. Pola Outside Bar muncul di pertengahan downtrend yang ditandai dengan kotak warna kuning.

Pola Outiside Bar pertama muncul ketika chart sedang dalam kondisi Pullback atau bergerak ke arah berlawanan secara temporer.

Momen pullback sangat berguna untuk trader melakukan re-entry sesuai arah tren yang sedang berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published.